Tampilkan postingan dengan label Karya pendek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya pendek. Tampilkan semua postingan

27 Desember 2013

lyric and translate Seamo Mother

 lyric and translate Seamo Mother



"Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen
Boku wa nantoka yattemasu..."

“Hi mam, Ibuku sayang..,Apa yang sedang engkau lakukan? Maaf, akhir-akhir  ini aku tidak menghubungimu..
Aku ingin beri tahu, kalau kini aku sudah sukses…”

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Tubuh mu kecil dan begitu juga tanganmu rambut putih dicampur hitam yang sudah tumbuh lebih lama
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapa pun
Aku ingin bilang kepada  anak-anak ku tentang cinta ini “cinta yang mendukung  ku”

Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni
Tooku ni iru to sabishiku kanji Anata wa sonna sonzai
Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de

 Meskipun aku tumbuh dengan tidak sabar  ketika aku dekat mu…Ketika engkau jauh dari ku, aku merasa kesepian
Itu yang engkau lakukan untuk ku,
Engkau dapat menyelesaikan masalah  dengan menyelesaikannya Dan engkau pemilik kesabaran yang luar biasa dan engkau adalah orang tertangguh yang aku kenal
Engkau akan selalu prihatin terhadap kesejahteraan ku sebelum dirimu sendiri

Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika Motomenakattano Anata yoAtarimae sugi wakaranakatta
Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa
Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa 

Memasak, mencuci pakaian, membersihkan, membesarkan anak
Engkau bahkan bekerja selama waktu senggang Engkau hanya akan membutuhkan hal-hal dari tempat terendah Aku tidak mengerti meskipun saat itu begitu jelas
Barulah aku mulai hidup seorang diri dan kini aku mengerti
Setiap kali aku memikirkan berapa banyak yang telah engkau capai
Dan betapa sulitnya pasti, aku merasa seperti aku bisa mencoba melakukan sesuatu yg terbaik hari ini

"Ashita asa shichi-ji ni okoshite" to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku waNeboke nagara ni iu kotoba wa "Urusee!"
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni Anata
Mainichi okoshite kureta Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta

Aku akan mengatakan, "Bangunkan aku jam 07:00"
Dan engkau akan membangunkan aku tepat pada waktunya
Dan aku akan bersikap adil kepada mu…Aku tidak akan berkata apa”, meskipun aku masih setengah tertidur 
Ini adalah rutin harian Tapi, Engkau tidak pernah melihatkan wajah lelahmu di hadapanku
Dan itulah yang membuat ku terbangun setiap hari Lebih hangat dan lebih akurat daripada jam alarm

Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURU yasumi "Ikitakunai" to ii Futon kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita

Tapi kemudian suatu hari aku bolos sekolah dan berkata, "Aku tidak mau pergi "Aku tidak akan meninggalkan kasur ku dan engkau berdiri di depanku Engkau pergi untuk Menyembunyikan wajahmu dan menutup wajahmu dengan kedua tanganmu dan engkau  menangis keras Akupun merasa sangat sedih dan menangis Pada waktu itu aku sangat menyesal dan aku bertanya-tanya , "Bagaimana mungkin aku bisa begitu bodoh?"

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute Sasaete kureta kono ai
Kanshashitemasu My Mother...

Tubuh kecil dan begitu juga tangan murambut putih dicampur hitam dan engkau sudah tumbuh lebih lama
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapa pun
Aku ucapkan terima kasih untuk cintamu selama ini “cinta yang mendukungku,”
ibu ku….

Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante
Kono yo ni nai no dakara Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru Kore dake wa...
Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokattaItsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai Boku wa anata no ikiutsushi dakara...

Aku tau tidak ada lebih menyakitkan di dunia Dari orang tua yang mengubur anak mereka
Jadi aku akan memastikan itu tidak pernah akan  terjadi Bahkan jika aku hanya tinggal satu detik lebih lama dari mu Aku akan memastikan itu ...Aku senang  karena aku adalah  anak mu
Aku senang karena  kau adalah ibuku yang tak akan pernah berubah
Dan Itu tidak akan pernah berubah untuk  selamanya
Karena aku adalah sesuatu yg sangat berharga bagi mu ...

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Tubuh mu kecil dan begitu juga tanganmu rambut putih dicampur hitam dan engkau sudah tumbuh lebih lama Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapa pun Aku ingin bilang kpd  anak-anak ku tentang cinta ini “cinta yang mendukung ku”

"Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga..."
ずっと僕の母でいて。ずんっと元気でいてあなたにはまだ仕事があるから。僕の親孝行受け取る仕事が。。。。

"Jadilah ibu ku untuk selamanya Engkau masih memiliki satu pekerjaan yang tersisa untuk melakukannya Dan itu adalah  untuk menerima cinta dan penghormatan dr anak mu..."


Imajiner - http://anahafizah.blogspot.com

26 November 2013

Hari ini, hari Sabtu!



Rambutku masih berantakan,yang biasannya gaya mohawk namun kali ini masih lemas,malah cenderung kucel tak beraturan. kulihat jam diatas lemari sudah menunjukan pukul 8.10 pagi,aku sudah telat berangkat kerja,tak sempat mandi tapi aku sempatkan sarapan roti sisa semalam sambil minum kopi,untung saja dispenser selalu on,jadi sambil cuci muka dan ganti baju masih sempat minum kopi,paling tidak biar agak fresh muka ini.

Pemulung Dilarang Masuk



Pagi ini aku mulai berkhayal menjadi  seorang  bocah tengil,usam,memakai gelang karet hingga puluhan dilengan kanan. Sandal jepit dengan ukuran yang lebih besar dari kakiku ini selalu menemani tiap langkah  Kaos hitam bertuliskan “Woles” dibagian depan dan celana panjang hitam pemberian abangku ini menjadi  seragam kerja hari ini. Iya,tepat jam 5 pagi aku sudah siap berangkat kerja seperti yang lain. Tas karung besar dan besi laras panjang yang runcing dibagian pucuknya  sudah siap untuk dibawa.  Tak ada sarapan roti dengan aneka selai dan susu,yang ada hanya sisa nasi dan sayur semalam. aku buka pintu istanaku yang terbuat dari sisa potongan kayu dari toko kayu bekas sebelah,terhirup aroma khas daerah yang digunakan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA). Aku berjalan perlahan sembari menyapa orang-orang sekitar yang dengan aktivitasnya sendiri-sendiri bersiap untuk berjuang hari ini. Lokasi yang akan ku tuju adalah kawasan pabrik yang pasti disana juga terdapat ribuan orang bertempat tinggal dikos atau kontrakan. Lokasi pabrik tersebut tidak terlalu jauh dari rumahku,hampir 10Km. Setiap hari aku bisa berjalan dengan jarak yang berpuluh-puluh kilometer,tak pernah merasa lelah apalagi bosan,aku menikmati setiap langkahku,aku anggap seperti sedang berpariwisata mengelilingi Indonesia. Kakiku berjalan dengan cepat,karena tubuhku mungil  dan tak mungkin jangkauan langkah kakiku panjang. Memang sudah jadi  kebiasaanku berjalan cepat,tak tau kenapa,tapi begitu semangat yang kurasakan ketika kukayuhkan kaki ini dengan cepat. Selain kakiku yang bisa melangkah dengan cepat,kedua mataku juga begitu jeli ketika ada sampah yang masih bisa dijual lagi. Begitu jelinya kedua mataku sampai-sampai aku bisa menilai kualitas sampah yang terlihat olehku. Dibantu oleh kedua tanganku yang terampil dan sigap jika melihat setumpukan sampah,mengoyak tumpukan sampah,mengorek hingga tumpukan paling bawah. Perjalananku sampai lokasi diperkirakan masih dua jam lebih,aku memilih lewat jalan perumahan warga,barangkali menemukan sesuatu yang berharga. Tak jarang juga aku dilarang masuk komplek perumahan,bukan dilarang oleh warga tapi dilarang masuk oleh plang atau papan bertuliskan “Pemulung dilarang masuk” dan hal itu sekarang sudah menjadi tren tiap komplek perumahan. Sampai saat ini aku tidak tau alasan orang membuat papan dengan tulisan seperti itu. Apakah kehadiranku menakuti warga atau akan membuat bencana di komplek perumahan,tak tau apa yang dikhawatirkannya. Tapi aku selalu tenang dan tak  menghiraukan papan tersebut,karena aku bukan pemulung. Jika ditanya warga dan dilarang masuk akan aku jawab bahwa aku bukanlah pemulung,aku pejabat yang bekerja di Dinas Kebersihan kota setempat yang sedang melaksanakan tugas dilapangan.



Mengenai Saya

Foto Saya
sikap sederhana, hidup harus LUAR BIASA.